Sering Telat Bayar Angsuran BRI Nanti Bisa Pinjam Lagi Gak Ya

BRI adalah salah satu bank yang banyak menjadi tujuan masyarakat saat membutuhkan dana pinjaman. Ini karena suku bunga pinjaman di BRI tergolong rendah. Kadang dalam pelaksanaannya, ada nasabah yang telat bayar angsuran BRI. Nah, kira-kira jika sering telat bayar angsuran BRI, apakah nanti bisa meminjam lagi?

Ada kemungkinan nasabah dapat meminjam lagi. Namun, nasabah harus melunasi seluruh hutangnya terlebih dahulu.

Advertisements

Jika sering telat bayar angsuran BRI alias bermasalah, BRI kemungkinan memasukkan nama nasabah pada daftar hitam alias Blacklist Bank Indonesia (BI). Fatalnya, kalau sudah masuk ke daftar hitam BI, nantinya nasabah akan kesusahan untuk mencari pinjaman pada lembaga keuangan yang terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Karenanya, yang pertama harus dilakukan adalah berusaha agar nama nasabah dihapus dari daftar hitam BI. Hal ini dapat dilakukan dengan menuntaskan seluruh kewajiban hutang kepada Bank BRI.

Bukan tidak mungkin nama yang sebelumnya tercatat dalam daftar hitam kemudian berubah sebagai peringkat atas alias kredit lancar. Kuncinya, adalah nasabah bersikap proaktif memberikan penjelasan yang realistis pada bank dan berusaha mencari solusi pada saat kredit macet.Baca Proses Pinjaman KUR BRI, dari Survey, Syarat dan Estimasi Dana Bisa Dicairkan

Ada beberapa solusi yang dapat diberikan oleh bank pada saat kredit nasabah macet. Solusi ini dihasilkan melalui proses mediasi dengan Bank Indonesia. Solusi tersebut adalah :

  1. Rescheduling (Penjadwalan Ulang)

Penjadwalan ulang berarti bank memberikan kelonggaran berupa perubahan jangka waktu pengembalian hutang.

  1. Reconditioning (Pengkodisian Ulang)

Pengkondisian ulang berarti bank memberikan kelonggaran berupa perubahan jangka waktu pengembalian hutang, jadwal pembayaran, serta persyaratan yang lainnya.

  1. Restructuring (Pengubahan ulang struktur kredit)

Pengubahan ulang struktur kredit artinya bank memberikan kelonggaran berupa perubahan komposisi pembiayaan kredit.

Untuk memperoleh 3 solusi diatas, nasabah dapat mengajukan mediasi kepada Bank Indonesia. Informasi tentang mediasi dengan Bank Indonesia ini telat diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor: 8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan. Fasilitas mediasi perbankan oleh Bank Indonesia ini tidak memungut biaya alias gratis.

Advertisements

Saat mediasi, akan ada mediator dari Bank Indonesia yang mempertemukan nasabah dengan pihak BRI, untuk kemudian dilangsungkan pengkajian ulang sengketa. Dengan cara ini akan ditemukan solusi sengketa yang menguntungkan bagi kedua pihak.Baca Cara Membuat Surat Kuasa Peminjaman Uang di Bank BRI

Proses mediasi sengketa ini berlangsung selama 30 hari. Apabila dalam waktu 30 hari itu tidak ditemukan kesepakatan, maka akan dilakukan perpanjangan mediasi selama 30 hari kerja lagi.

Setelah ditemukan solusi untuk masalah sengketa hutang, maka pihak nasabah berkewajiban memenuhi kesepakatan. Dengan cara inilah nama nasabah bisa tetap bersih sehingga dapat mengajukan pinjaman lagi di masa mendatang.

Untuk dapat mengajukan fasilitas mediasi, sengketa yang diajukan harus memenuhi persyaratan berikut ini :

  1. Nilai sengketa yang diajukan harus di bawah Rp 500 juta,
  2. Pengajuan permohonan mediasi untuk menyelesaikan sengketa dilakukan secara tertulis dan dilengkapi dokumen pendukung,
  3. Nasabah sudah pernah mengajukan penyelesaian melalui mediasi kepada Bank terkait,
  4. Sengketa yang diajukan tidak sedang diproses atau belum pernah diputuskan oleh lembaga peradilan, atau belum ada kesepakatan dari lembaga mediasi lainnya,
  5. Sengketa yang diajukan adalah sengketa keperdataan,
  6. Sengketa baru kali pertama diajukan atau belum pernah diproses dalam mediasi perbankan yang difasilitasi Bank Indonesia, dan
  7. Pengajuan penyelesaian sengketa melalui mediasi tidak melampaui 60 hari sejak turunnya surat hasil penyelesaian pengaduan yang disampaikan bank kepada nasabah.

Baca Sanksi Plus Denda Keterlambatan Angsuran KUR BRI

Proses mediasi yang difasilitasi oleh Bank Indonesia mulai dari pengajuan sampai selesai

  1. Pertama-tama, pastikan sengketa yang akan diajukan untuk mediasi sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan.
  2. Siapkan dokumen persyaratan seperti dokumen pengajuan mediasi, surat hasil penyelesaian dari bank ke nasabah, surat pernyataan bahwa sengketa belum pernah diproses oleh lembaga peradilan, serta fotokopi KTP.
  3. Bank Indonesia akan meninjau sengketa yang diajukan. Jika disetujui, maka mediasi akan dilaksanakan.
  4. Pada saat proses mediasi, ikutilah prosesnya dengan baik.
  5. Jika mediasi berhasil, maka akan ada kesepakatan yang harus dipenuhi nasabah. Patuhi dan penuhi kesepakatan yang sudah dihasilkan itu.
Advertisements
error: Content is protected !!