4 Bank yang Menerima Pinjaman Jaminan Girik

Apa itu girik? Girik merupakan sebutan untuk tanah milik adat yang belum memiliki sertifikat. Tanah girik biasanya memiliki surat girik yang merupakan Surat Keterangan Tanah. Surat Keterangan Tanah ini diterbitkan oleh pihak kelurahan atau kecamatan.

Namun, Surat Keterangan Tanah ini tidak menyatakan kepemilikan tanah, tetapi hanyalah penguasaan tanah.

Biasanya, tanah yang dapat diagunkan di bank ialah tanah yang sudah memiliki sertifikat resmi. Lalu, bagaimanakah dengan girik? Adakah bank yang menerima jaminan girik?

Advertisements
  1. Bank Jatim

Bagi anda yang berdomisili di Jawa Timur dan ingin mengagunkan girik, maka Bank Jatim bisa menjadi salah satu pilihan. Kredit Sertifikasi Hak Atas Tanah ialah kredit di Bank Jatim yang jaminannya bisa menggunakan girik.

Kredit ini diberikan kepada individu, kelompok atau pengusaha kecil dan mikro. Selain girik, ada jaminan tambahan yang diminta oleh Bank Jatim, yakni sertifikat tanah yang masih diproses di BPN (Badan Pertanahan Nasional) .Baca Bisakah Gadai AJB Rumah di Pegadaian

Persyaratan administrasi yang dibutuhkan untuk mengajukan kredit ini ialah :

  • Pas foto terbaru 4×6
  • Fotokopi KTP/SIM, Kartu Keluarga, Surat Nikah/Surat Keterangan Belum Menikah
  • Surat kematian/cerai apabila berstatus janda atau duda
  • Bukti pemilikan tanah (girik atau petok atau surat-surat lainnya)
  • Syarat lain sesuai dengan ketentuan dari Bank Jatim
  1. Bank CIMB Niaga

Bank CIMB Niaga menerima berbagai jenis surat tanah untuk kreditnya, salah satunya ialah girik. Selain girik, agunan yang dapat digunakan dalam pinjaman ini ialah SHM / SHGB / AJB tanah, bangunan kios atau rumah, Akta hibah / PPJB, BPKB motor, hak pakai kios / rumah (SIPTU) dan SHMRMS / hak sewa. Kredit ini disebut dengan Kredit Mikro Utama.

Dalam pinjaman Kredit Mikro Utama, nasabah dapat memperoleh pinjaman mulai Rp 20 juta – 1 miliar yang dapat dikembalikan dalam jangka waktu 12 bulan – 60 bulan.

Untuk mengajukan pinjaman ini, setidaknya anda harus sudah bekerja atau memiliki usaha yang telah berjalan selama 2 tahun. Selain itu, lokasi anda setidaknya ialah 10 km dari kantor cabang Bank CIMB Niaga. Baca Bisakah Pinjaman Bank BTN Jaminan AJB

Advertisements

Sementara itu, persyaratan dokumen yang harus dipenuhi dalam mengajukan pinjaman ini ialah :

  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan, Kartu Keluarga, Surat Nikah
  • Fotokopi AJB atau Sertifikat Rumah
  • Surat Ijin Usaha atau Surat keterangan usaha (bagi pengusaha)
  • Laporan keuangan selama 3 bulan terakhir atau nota pembelanjaan 3 bulan terakhir
  • Rekening tabungan atau rekening koran
  • NPWP pribadi atau NPWP tempat usaha
  • PBB terakhir
  1. BPR (Bank Pengkreditan Rakyat)

BPR dapat menjadi solusi alternatif apabila anda bingung kemana hendak mengajukan kredit dengan jaminan Girik. Apa sih BPR itu? Apa bedanya dengan bank konvensional? BPR merupakan bank yang melakukan kegiatan usaha perbankan dengan prinsip konvensional atau syariah.

Namun, BPR tidak memberikan jasa pada lalu lintas pembayaran (simpanan giro, kegiatan valas, pengasuransian) seperti halnya bank pemerintah.

Pinjaman yang diberikan untuk jaminan girik di BPR biasanya mulai dari nilai Rp 5 – 25 juta. Hendaknya anda mengajukan kredit di BPR tempat domisili anda. Persyaratan yang umumnya diminta oleh BPR ialah :

  • Berumur 21 – 65 tahun atau sudah menikah
  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
  • Fotokopi jaminan
  • Fotokopi slip gaji
  • Rekening tabungan

Itulah beberapa bank yang diketahui memberikan kredit dengan jaminan girik. Namun, informasi terkait ketersedian kredit jaminan girik ini dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, ada baiknya untuk menanyakan langsung kepada pihak bank terkait pinjaman jaminan girik.

Memang saat ini hanya sedikit bank nasional yang menerima pinjaman jaminan girik ini. Kenapa demikian? Karena kekuatan girik di mata hukum sangatlah lemah. Sehingga, apabila terjadi suatu perkara, posisi perlindungan bank akan sangat lemah bahkan terancam merugi. Baca 5 Bank yang Menerima AJB Sebagai Agunan

Karena itu, sebaiknya segera sahkan kepemilikan tanah secara resmi ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Selain mempermudah urusan kredit, tanah yang disertifikasi dapat menghindarkan dari sengketa di kemudian hari.

error: Content is protected !!