Apakah Petok D Bisa Digadaikan

Petok D ialah surat keterangan kepemilikan tanah yang diterbitkan oleh kelurahan atau kecamatan setempat. Petok D memiliki beberapa kekurangan yakni pencatatannya kadang ganda, selain itu Petok D dapat dipalsukan.

Saat ini, surat keterangan kepemilikan tanah yang kuat di mata hokum ialah Sertifikat Hak Milik tanah yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional. SHM ini kerap digadaikan untuk memperoleh pinjaman. Lalu bagaimanakah dengan petok D? Apakah Petok D bisa digadaikan?

Ternyata, tidak banyak bank yang menerima Petok D sebagai agunan. Pegadaian kini juga tidak menerima Petok D untuk pencairan kredit. Kenapa demikian? Hal tersebut berkaitan dengan kekuatan hokum yang dimiliki oleh Petok D.

Advertisements

Kekurangan dari Petok D menempatkan bank pada posisi yang lemah apabila saat kredit terdapat masalah terkait kepemilikan tanah. Karena itulah umumnya bank enggan mengambil resiko.

Syarat agar bank mau menerima Petok D sebagai agunan ialah Petok D digunakan sebagai jaminan tambahan saja. Petok D dapat diagunkan apabila Petok D tersebut sedang didaftarkan untuk ditingkatkan statusnya sebagai sertifikat tanah resmi di Badan Pertanahan Nasional.

Berikut ialah beberapa bank yang mau menerima Petok D sebagai jaminan kredit :

  1. Bank CIMB Niaga

Selain Petok D, Bank CIMB Niaga juga menerima jaminan pinjaman berupa SHM / SHGB / AJB tanah, bangunan kios atau rumah, Akta hibah / PPJB, BPKB motor, hak pakai kios / rumah (SIPTU) dan SHMRMS / hak sewa. Kredit di CIMB Niaga ini disebut dengan Kredit Mikro Utama. Baca Apakah SPPT Bisa Digadaikan

Dalam pinjaman Kredit Mikro Utama, nasabah dapat memperoleh pinjaman mulai Rp 20 juta – 1 miliar yang dapat dikembalikan dalam jangka waktu 12 bulan – 60 bulan.

Untuk mengajukan pinjaman ini, setidaknya anda harus sudah bekerja atau memiliki usaha yang telah berjalan selama 2 tahun. Selain itu, lokasi anda setidaknya ialah 10 km dari kantor cabang Bank CIMB Niaga.

  1. Bank BRI

Diketahui, bahwa Bank BRI melayani kredit mikro dengan jaminan Petok D, Letter C atau Girik. Namun pada Februari 2019 ini, Badan Pertanahan Nasional bekerjasama dengan Bank BRI dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah dan Penanganan Permasalahan Aset serta Agunan berupa Tanah BRI.

Advertisements

Dalam kerjasama itu, tanah yang berstatus Petok D, Letter C atau Girik harus ditingkatkan statusnya sebagai hak milik. Artinya, boleh Petok D, Letter C atau Girik itu diagunkan, tetapi dalam proses kredit tanah itu harus didaftarkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Dengan begitu, sangat direkomendasikan untuk segera mengurus sertifikat hak milik tanah. Apalagi saat ini pengurusan sertifikat tanah semakin dipermudah dan tanpa biaya. Baca 5 Lokasi Pinjaman Dana Tunai Jaminan AJB Tanah

Selain mempermudah apabila hendak mengajukan pinjaman di bank, sertifikat tanah akan menghindarkan pemilik tanah dari sengketa atau masalah lainnya di kemudian hari.

Di Bank BRI, Kredit dengan jaminan tanah ini dapat diajuakan di Kredit Mikro atau KUR (Kredit Usaha Rakyat) Mikro. Seperti namanya, kredit ini ditujukan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Plafon yang disediakan mencapai 25 juta rupiah per debitur.

  1. BPR (Bank Pengkreditan Rakyat)

BPR dapat menjadi solusi alternatif apabila anda bingung kemana hendak mengajukan kredit dengan jaminan Petok D. Apa sih BPR itu? Apa bedanya dengan bank konvensional? BPR merupakan bank yang melakukan kegiatan usaha perbankan dengan prinsip konvensional atau syariah.

Namun, BPR tidak memberikan jasa pada lalu lintas pembayaran (simpanan giro, kegiatan valas, pengasuransian) seperti halnya bank pemerintah.

Pinjaman yang diberikan untuk jaminan Petok D di BPR biasanya mulai dari nilai Rp 5 – 25 juta. Hendaknya anda mengajukan kredit di BPR tempat domisili anda.

  1. Bank Jatim

Bagi anda yang berdomisili di Jawa Timur dan ingin mengagunkan Petok D, maka Bank Jatim bisa menjadi salah satu pilihan. Kredit Sertifikasi Hak Atas Tanah ialah kredit di Bank Jatim yang jaminannya bisa menggunakan Petok D. Baca Bisakah Pinjaman dengan Jaminan SPPT

Kredit ini diberikan kepada individu, kelompok atau pengusaha kecil dan mikro. Selain Petok D, ada jaminan tambahan yang diminta oleh Bank Jatim, yakni sertifikat tanah yang masih diproses di BPN (Badan Pertanahan Nasional)

error: Content is protected !!