Apakah SK Camat Bisa Digadaikan di Bank

SK Camat merupakan surat keterangan tanah yang diterbitkan oleh kecamatan setempat. SK Camat ini dahulunya digunakan sebagai syarat untuk mengurus Sertifikat Hak Milik Tanah. Kita sudah mengenal bahwa SHM tanah bisa digadaikan di bank. Lalu, bagaimanakah dengan SK Camat? Apakah SK Camat dapat digadaikan di bank?

Pada tahun 2019 ini, belum ada informasi resmi yang menyatakan bahwa SK Camat dapat digadaikan di bank. Kemungkinan besar, SK Camat tidak dapat digadaikan di bank. Sebab SK Camat bukanlah merupakan bukti pemilikan tanah yang sah. Bukti pemilikan tanah yang sah dan diakui di Indonesia ialah Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional.

Berdasarkan Pasal 3 huruf C Peratuan Presiden No 20 Tahun 2015 Tentang Badan Pertanahan Nasional, disebutkan bahwa BPN (Badan Pertanahan Nasional) merupakan lembaga Negara yang bertugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang penetapan hak tanah, pendaftaran tanah dan memberdayakan masyarakat. Baca 5 Bank yang Menerima AJB Sebagai Agunan

Advertisements

Dari uraian tersebut, maka sudah jelas bahwa bukti kepemilikan tanah yang sah hanya dapat dikeluarkan oleh BPN. Tidak ada lembaga pemerintahan lain yang berwenang untuk memberikan bukti kepemilikan tanah tersebut.

Karena itu dapat dipahami kenapa jarang sekali perbankan atau pegadaian yang menerima surat tanah SK Camat sebagai jaminan pinjaman. Hal ini juga berkaitan dengan posisi perbankan atau pegadaian sendiri, apabila suatu ketika terdapat sengketa terkait tanah yang dijaminkan. Keamanan perbankan atau pegadaian akan terancam karena memegang jaminan surat tanah yang tidak sah. Perbankan atau pegadaian pun terancam merugi.

Namun begitu, SK Camat ini berkesempatan untuk dijadikan sebagai jaminan tambahan. Apa artinya SK Camat sebagai jaminan tambahan? Artinya, pinjaman akan dicairkan oleh bank kepada debitur apabila debitur berjanji untuk meningkatkan status SK Tanah tersebut menjadi SHM.

Dalam hal ini, akan ada notaris yang mengikat perjanjian dan membuat cover note bahwa akan membantu mensertifikatkan tanah SK Camat, tentu dengan dana yang berasal dari si debitur. Dengan begitu, tanah SK Camat akan disertifikatkan pada masa kredit. Baca Syarat Ketentuan Gadai Sertifikat Rumah Petok D

Advertisements

Salah satu bank yang menerima SK Camat sebagai agunan ini ialah Bank BRI. Hal ini sebenarnya merupakan salah satu metode yang digunakan oleh Bank BRI dan BPN, untuk meningkatkan pendaftaran tanah ke BPN.

Proses Pendaftaran Tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Mendaftarkan tanah ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) sebenarnya sangat mudah. Secara garis besar, pengurusannya terbagi menjadi 3 langkah yakni, 1) pengurusan di kelurahan, 2) pengurusan di kantor pertanahan, dan 3) menyiapkan biaya untuk pembuatan sertifikat tanah.

Bagaimana detail pendaftaran tanah ini? Simak infonya berikut :

  1. Di Kelurahan, siapkan Surat Keterangan Tidak Sengketa, Surat Keterangan Riwayat Tanah, Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik. Surat Keterangan Tidak Sengketa ini ditandatangani oleh Lurah dan disaksikan oleh ketua RT dan RW. Surat Keterangan Riwayat Tanah ini menjelaskan tentang riwayat penguasaan tanah dari awal sampai proses peralihan tanah. Sementara Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik ialah surat dari Lurah atau Kepala Desa yang menyatakan bahwa anda telah menguasai tanah yang disebutkan.
  2. Di Kantor Pertanahan, bawalah dokumen surat tanah, fotokopi KTP, KK, SPPT PBB, surat pernyataan sudah memasang tanda batas dan dokumen lain yang berkaitan dengan pengurusan tanah. Setelah didaftarkan, akan dilaksanakan pengukuran ke tanah yang hendak didaftarkan. Setelahnya, akan dilakukan pengesahan Surat Ukur oleh BPN. Ternyata, proses pengecekan tidak berhenti disini. Masih ada tim peneliti yang akan memverifikasi surat ukur. Biasanya tim ini terdiri dari petugas BPN yang ditugaskan beserta Lurah. Apabila seluruh persyaratan sudah dinyatakan memenuhi, barulah akan diumumkan data yuridis di Kantor Kelurahan dan BPN yang berlangsung selama 60 hari.
  3. SK Tanah akan diterbitkan setelah pembayaran BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). SK Tanah pun dapat diambil di BPN.

Baca Bisakah Gadai Girik di Pegadaian

Itulah cara mendaftarkan tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Perlu diketahui proses sertifikasi tanah dari awal hingga selesai ini memerlukan waktu kira-kira 6 bulan. Cukup lama memang. Tetapi, setelah SHM telah jadi, anda dapat dengan mudah mengajukan kredit dengan jaminan SHM tanah di bank.

error: Content is protected !!