Bisakah Kredit Bank Jaminan Petok D

Petok D merupakan tanda bukti kepemilikan suatu bidang tanah yang dicatat di tingkat kelurahan. Petok D juga biasa disebut dengan Letter C. Petok D awal mulanya merupakan metode pencatatan tanah di masa kolonial Belanda, sehingga pemilik tanah bisa ditarik upeti.

Seiring waktu, Petok D menurun kekuatan hukumnya, karena dinilai banyak kekurangan yakni terdapat pencatatan ganda atau pemalsuan.

Meski begitu, saat ini masih ada tanah yang belum bersertifikat alias berstatus Petok D saja. Lalu, bisakah tanah Petok D ini dijadikan jaminan saat mengajukan pinjaman ke bank?

Advertisements

Ternyata masih ada bank yang menerima Petok D sebagai jaminan kredit. Apa saja bank tersebut? Simak informasinya berikut ini :

  1. Bank CIMB Niaga

Di Bank CIMB Niaga, agunan yang dapat digunakan dalam pinjaman ini ialah SHM / SHGB / AJB tanah, bangunan kios atau rumah, Akta hibah / PPJB, BPKB motor, hak pakai kios / rumah (SIPTU) dan SHMRMS / hak sewa. Kredit di CIMB Niaga ini disebut dengan Kredit Mikro Utama. Baca Bisakah Pinjaman dengan Jaminan SPPT

Dalam pinjaman Kredit Mikro Utama, nasabah dapat memperoleh pinjaman mulai Rp 20 juta – 1 miliar yang dapat dikembalikan dalam jangka waktu 12 bulan – 60 bulan.

Untuk mengajukan pinjaman ini, setidaknya anda harus sudah bekerja atau memiliki usaha yang telah berjalan selama 2 tahun. Selain itu, lokasi anda setidaknya ialah 10 km dari kantor cabang Bank CIMB Niaga.

Sementara itu, persyaratan dokumen yang harus dipenuhi dalam mengajukan pinjaman ini ialah:

  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Fotokopi AJB atau Sertifikat Rumah
  • Surat Ijin Usaha atau Surat keterangan usaha (bagi pengusaha)
  • Laporan keuangan selama 3 bulan terakhir atau nota pembelanjaan 3 bulan terakhir
  • Rekening tabungan atau rekening koran
  • NPWP pribadi atau NPWP tempat usaha
  • PBB terakhir
  1. Bank BRI

Diketahui, bahwa Bank BRI melayani kredit mikro dengan jaminan Petok D, Letter C atau girik. Namun pada Februari 2019 ini, Badan Pertanahan Nasional bekerjasama dengan Bank BRI dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah dan Penanganan Permasalahan Aset serta Agunan berupa Tanah BRI.

Advertisements

Dalam kerjasama itu, tanah yang berstatus girik, Letter C atau Patok D harus ditingkatkan statusnya sebagai hak milik. Artinya, boleh Petok D, Letter C atau Girik itu diagunkan, tetapi dalam proses kredit tanah itu harus didaftarkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Baca Apakah Petok D Bisa Digadaikan

Dengan begitu, sangat direkomendasikan untuk segera mengurus sertifikat hak milik tanah. Apalagi saat ini pengurusan sertifikat tanah semakin dipermudah dan tanpa biaya.

Selain mempermudah apabila hendak mengajukan pinjaman di bank, sertifikat tanah akan menghindarkan pemilik tanah dari sengketa atau masalah lainnya di kemudian hari.

Di Bank BRI, Kredit dengan jaminan tanah ini dapat diajuakan di Kredit Mikro atau KUR (Kredit Usaha Rakyat) Mikro. Seperti namanya, kredit ini ditujukan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Plafon yang disediakan mencapai 25 juta rupiah per debitur. Persyaratan yang ditetapkan adalah :

  • Individu yang sudah melakukan usaha produktif dan layak
  • Sudah melakukan usaha secara aktif minimal selama 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit dari bank lain, kecuali kredit konsumtif (KPR, KKB atau kartu kredit)
  • Melengkapi persyaratan administrasi seperti KTP, KK, dan surat ijin usaha.

Fitur KUR Mikro Bank BRI adalah :

  • Plafon kredit yang disediakan maksimal Rp 25 juta rupiah per individu
  • Untuk jenis kredit KMK (Kredit Modal Kerja) maka jangka waktu pengembaliannya maksimal 3 tahun
  • Untuk jenis Kredit Investasi (KI), jangka waktu pengembaliannya maksimal 5 tahun
  • Suku bunga yang dikenakan adalah suku bunga flat 7% per tahun atau 0,41% per bulan
  • KUR ini tidak dikenakan biaya provisi dan administrasi

Baca Adakah Bank yang Menerima Agunan Akta Hibah

Itulah beberapa bank yang melayani pinjaman dengan jaminan Petok D. Meski masih ada bank yang menerima jaminan Petok D, segeralah mengurus SHM tanah anda untuk menghindari kesulitan di kemudian hari.

error: Content is protected !!