Bisakah Pinjaman CIMB Niaga Jaminan AJB

Bank CIMB Niaga merupakan bank di Indonesia yang termasuk dalam bank dengan aset terbesar. Bank CIMB Niaga melayani berbagai jenis kredit atau investasi. Berbagai jenis kredit tersedia di Bank CIMB Niaga, mulai dari kredit tanpa agunan, kredit jaminan properti, hingga kredit mikro.

Salah satu jaminan yang sering menjadi pertanyaan ialah AJB (Akta Jual Beli). Bisakah meminjam uang di CIMB Niaga dengan jaminan AJB?

Ternyata, Bank CIMB Niaga melayani pinjaman dengan jaminan AJB. Di Bank CIMB Niaga, kredit jaminan AJB dilayani melalui Kredit Mikro Utama. Agunan yang dapat digunakan dalam pinjaman ini ialah SHM / SHGB / AJB tanah, bangunan kios atau rumah, Akta hibah / PPJB, BPKB motor, hak pakai kios / rumah (SIPTU) dan SHMRMS / hak sewa.

Advertisements

Dalam pinjaman Kredit Mikro Utama, nasabah dapat memperoleh pinjaman mulai Rp 20 juta – 1 miliar yang dapat dikembalikan dalam jangka waktu 12 bulan – 60 bulan.

Untuk mengajukan pinjaman ini, setidaknya anda harus sudah bekerja atau memiliki usaha yang telah berjalan selama 2 tahun. Selain itu, lokasi anda setidaknya ialah 10 km dari kantor cabang Bank CIMB Niaga. Baca Bisakah Pinjaman dengan Jaminan SPPT

Sementara itu, persyaratan dokumen yang harus dipenuhi dalam mengajukan pinjaman ini ialah :

  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Fotokopi AJB atau Sertifikat Rumah
  • Surat Ijin Usaha atau Surat keterangan usaha (bagi pengusaha)
  • Laporan keuangan selama 3 bulan terakhir atau nota pembelanjaan 3 bulan terakhir
  • Rekening tabungan atau rekening koran
  • NPWP pribadi atau NPWP tempat usaha
  • PBB terakhir

Itulah informasi tentang kredit jaminan AJB di Bank CIMB Niaga. Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis AJB dapat dijadikan sebagai jaminan kredit. Adapun kriteria AJB yang dapat dijadikan jaminan kredit ialah sebagai berikut :

  1. AJB tanah harus diatas SHM

AJB yang dapat dijadikan sebagai jaminan pinjaman di bank ialah AJB yang berada diatas SHM (Sertifikat Hak Milik). Adanya SHM ini menegaskan secara hukum bahwa tanah yang dibeli itu telah memiliki dasar hukum dan benar-benar milik pembeli lama (sebelum dilakukannya AJB).

Advertisements

Keberadaan SHM ini juga dapat menghindari persengketaan di kemudian hari. Karena itu, pastikan tanah yang hendak dibeli itu benar-benar punya SHM. Baca Adakah Bank yang Menerima Agunan Akta Hibah

  1. AJB harus dibuat dengan petugas PPAT

Untuk menjamin kekuatan hukumnya, maka AJB harus dibuat oleh petugas PPAT. AJB tidak bisa dibuat oleh sembarangan orang. Pada saat pembuatan AJB, biasanya petugas PPAT akan memastikan bahwa tanah yang akan dilakukan pemindahan hak milik tidak bermasalah.

Tata Cara Pembuatan AJB

Untuk pembuatan AJB, biasanya petugas PPAT akan meminta data-data berikut :

  1. Data tanah
  • Asli PBB 5 tahun terakhir beserta Surat Tanda Terima Setoran/bukti bayar
  • Asli sertifikat tanah
  • IMB asli
  • Bukti pembayaran rekening listrik
  • Surat roya (apabila ada hak tanggungan/hipotik)
  1. Data penjual dan pembeli
  • Untuk perorangan, yang dibutuhkan adalah fotokopi KTP suami dan istri, Kartu Keluarga, dan Akta Nikah.
  • Untuk perusahaan, yang dibutuhkan adalah fotokopi KTP direksi beserta komisaris yang mewakili, anggaran dasar dengan pengesahannya dari Menteri Kehakiman dan HAM RI
  • Laporan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) atau Surat Pernyataan Sebagian Kecil Aset

Setelah seluruh persyaratan itu terpenuhi, ada beberapa proses yang harus dipenuhi, antara lain :

  • Pemeriksaan keaslian sertifikat ke BPN (Badan Pertanahan Nasional)
  • Pembayaran PPn (Pajak Penghasilan) 5% dari harga transaksi oleh Penjual
  • Pembayaran Pajak Jual Beli oleh Penjual
  • Pembuatan surat pernyataan oleh pembeli bahwa dengan membeli tanah itu ia tidak akan memegang kekuasaan tanah melebihi ketentuan batas luas maksimum yang sudah ditentukan
  • Mempunyai surat pernyataan dari penjual bahwa tanah sedang tidak dalam sengketa

Baca Bisakah Kredit Bank Jaminan Petok D

Setelah persyaratan itu terpenuhi, maka akan dibuatlah AJB dengan melibatkan pejabat PPAT. AJB yang telah dibuat kemudian akan didaftarkan ke Badan Pertanahan Nasional untuk keperluan balik nama sertifikat di kemudian hari.

error: Content is protected !!