Bisakah Pinjaman Jaminan Letter C

Letter C merupakan buku yang digunakan oleh Petugas Pemungut Pajak pada masa penjajahan Belanda. Letter C kerap dijadikan sebagai salah satu bukti kepemilikan tanah (dari siapa yang membayar pajak tanah tersebut secara bertahun-tahun).

Meskipun begitu saat ini sudah ada yang namanya Sertifikat Hak Milik (SHM) Tanah.  SHM ini menjadi bukti kepemilikan tanah yang kuat secara hokum. Biasanya SHM tanah ini dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman.

Lalu bagaimanakah posisi Letter C? Apakah Letter C dapat dijadikan sebagai jaminan pinjaman?

Advertisements

Saat ini bermodalkan Letter C saja tidak dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman. Memang bisa Letter C dijadikan jaminan, tetapi statusnya ialah sebagai jaminan tambahan. Artinya pemilik tanah harus sedang mendaftarkan tanahnya untuk disertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Barulah Letter C tanah tersebut dapat digunakan sebagai jaminan.

Hal ini karena Letter C bukanlah merupakan jaminan yang kuat di mata hukum. Bank tentu menginginkan jaminan yang benar-benar berharga dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan Letter C tidak memenuhi aspek-aspek tersebut.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Letter C banyak bermasalah sebagai bukti pemilikan tanah. Itu karena dalam pencatatannya kurang akurat dan kurang lengkap.  Sehingga ada potensi terjadi sengketa di kemudian hari. Nah, apabila terjadi sengketa di kemudian hari, maka bank yang membawa Letter C sebagai jaminan itu pun bisa saja mengalami kerugian. Baca 5 Lokasi Pinjaman Dana Tunai Jaminan AJB Tanah

Alasan lain bank enggan menerima Letter C sebagai jaminan utama ialah sebagai upaya agar pemilik tanah mau mensertifikasi tanahnya ke BPN. Bank-bank di Indonesia telah bekerjasama dengan BPN untuk meningkatkan status tanah Letter C, Petok D, dan girik menjadi SHM.

Contoh bank yang menerima Letter C sebagai jaminan tambahan ialah Bank BRI, Bank CIMB Niaga, Bank Jatim, BPR, dan lain-lain. Meski begitu, ada lembaga pembiayaan selain bank yang masih menerima pinjaman dengan jaminan Letter C. Koperasi-koperasi di daerah diketahui masih menerima Letter C sebagai jaminan. Anda hanya perlu jeli dan rajin-rajin bertanya.

Nah, pertanyaan tentang Letter C sebagai jaminan pinjaman sudah terjawab. Setelah ini, simak informasi tentang cara mendaftarkan tanah ke Badan Pertanahan Nasional berikut :

Advertisements

Cara Mendaftarkan Tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)

                Mendaftarkan tanah ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) sebenarnya sangat mudah. Secara garis besar, pengurusannya terbagi menjadi 3 langkah yakni, 1) pengurusan di kelurahan, 2) pengurusan di kantor pertanahan, dan 3) menyiapkan biaya untuk pembuatan sertifikat tanah. Baca Bisakah Pinjaman dengan Jaminan SPPT

Bagaimana detail pendaftaran tanah ini? Simak infonya berikut :

  1. Di Kelurahan, siapkan Surat Keterangan Tidak Sengketa, Surat Keterangan Riwayat Tanah, Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik. Surat Keterangan Tidak Sengketa ini ditandatangani oleh Lurah dan disaksikan oleh ketua RT dan RW. Surat Keterangan Riwayat Tanah ini menjelaskan tentang riwayat penguasaan tanah dari awal sampai proses peralihan tanah. Sementara Surat Keterangan Penguasaan Tanah Secara Sporadik ialah surat dari Lurah atau Kepala Desa yang menyatakan bahwa anda telah menguasai tanah yang disebutkan.
  2. Di Kantor Pertanahan, bawalah dokumen surat tanah, fotokopi KTP, KK, SPPT PBB, surat pernyataan sudah memasang tanda batas dan dokumen lain yang berkaitan dengan pengurusan tanah. Setelah didaftarkan, akan dilaksanakan pengukuran ke tanah yang hendak didaftarkan. Setelahnya, akan dilakukan pengesahan Surat Ukur oleh BPN. Ternyata, proses pengecekan tidak berhenti disini. Masih ada tim peneliti yang akan memverifikasi surat ukur. Biasanya tim ini terdiri dari petugas BPN yang ditugaskan beserta Lurah. Apabila seluruh persyaratan sudah dinyatakan memenuhi, barulah akan diumumkan data yuridis di Kantor Kelurahan dan BPN yang berlangsung selama 60 hari.
  3. SK Tanah akan diterbitkan setelah pembayaran BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). SK Tanah pun dapat diambil di BPN.

Itulah cara mendaftarkan tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Perlu diketahui proses sertifikasi tanah dari awal hingga selesai ini memerlukan waktu kira-kira 6 bulan. Baca Apakah Petok D Bisa Digadaikan

Cukup lama memang. Tetapi, setelah SHM telah jadi, anda dapat dengan mudah mengajukan kredit dengan jaminan SHM tanah di bank.

error: Content is protected !!