Jatuh Tempo Angsuran KUR BRI , Ini Denda Wajib Anda Bayar

Jatuh Tempo Angsuran KUR BRI –  (Kredit Usaha Rakyat) BRI merupakan kredit dari BRI yang diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Sama seperti kredit pada umumnya, jika terlambat membayarkan angsuran, maka debitur akan dikenakan denda.

Di KUR BRI, nasabah yang terlambat membayar cicilan dikenakan denda sebesar 2% diatas suku bunga yang berlaku (per bulan) serta denda keterlambatan per hari sebesar Rp.20.000. Untuk mengetahui secara jelas perhitungan denda KUR BRI, simak perhitungannya berikut ini.

Simulasi Perhitungan Denda Keterlambatan Angsuran KUR BRI

Misalkan, Anda memiliki angsuran KUR BRI sejumlah Rp 2 juta per bulan. Keterlambatan pembayaran sudah berlangsung selama 5 hari. Maka perhitungan denda yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut : Baca dulu Beberapa Penyebab Pengajuan KUR BRI Ditolak Pihak Bank

Advertisements

Denda             = Jumlah angsuran x 2% x jumlah keterlambatan (hari)

= Rp.2.000.000 x 2% x 5

= Rp.200.000

Biaya Keterlambatan = Rp.20.000 x 5 = Rp.100.000

Jumlah Denda            = Rp.200.000 + Rp.100.000

= Rp.300.000

Total yang Dibayarkan           = cicilan pokok + denda + biaya keterlambatan

= Rp.2.000.000 + Rp.200.000 + Rp.100.000

= Rp.2.300.000

Jadi jumlah denda yang dibayarkan adalah Rp.300.000. Jika ditotal, seluruh biaya yang dibayarkan atas keterlambatan adalah Rp.2.300.000. Itulah simulasi penghitungan denda keterlambatan angsuran KUR BRI.

Pada simulasi tersebut, digunakan jumlah cicilan kredit yang relatif kecil, namun apabila semakin besar cicilan kredit maka semakin banyak juga denda yang harus dibayarkan.

Tentang KUR BRI

KUR BRI adalah kredit dengan plafon mencapai Rp 500 juta. Kredit ini memiliki suku bunga sebesar 7% per tahun atau 0,41% per bulan. KUR BRI terdiri dari 3 jenis, yakni KUR Mikro, KUR Ritel dan KUR TKI.

  1. KUR Mikro

Besar pinjaman yang diberikan di KUR Mikro maksimal adalah sebesar Rp 25 juta per debitur. Kredit ini dapat diberlakukan sebagai Kredit Modal Kerja (KMK) yang harus dikembalikan dalam jangka waktu maksimal 3 tahun. Namun jika digunakan untuk investasi alias Kredit Investasi (KI), maka pinjaman dapat dikembalikan dalam jangka waktu maksimal 5  tahun. Baca Proses Pinjaman KUR BRI, dari Survey, Syarat dan Estimasi Dana Bisa Dicairkan

Advertisements

Syarat pengajuan kredit ini adalah :

  1. Perorangan atau individu yang memiliki usaha yang produktif dan layak
  2. Minimal telah melaksanakan usaha secara aktif selama 6 bulan
  3. Tidak sedang menerima kredit dari bank lain, kecuali kredit konsumtif seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kartu kredit
  4. Persyaratan administrasi yang dibutuhkan adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta surat ijin usaha
  5. KUR Ritel

Pada jenis kedua, yakni KUR Ritel, besar pinjaman yang disediakan lebih banyak dari yang pertama yakni > Rp 25 juta – Rp 500 juta. Apabila kredit yang diberikan merupakan jenis  Kredit Modal Kerja (KMK), maka pinjaman dapat dikembalikan dalam jangka waktu mencapai 4 tahun.

Jika berupa Kredit Investasi (KI) maka pinjaman dapat dikembalikan sampai jangka waktu 5 tahun. Namun, kredit ini membutuhkan agunan, mengingat besarnya nominal pinjaman yang diberikan.

Persyaratan untuk mengajukan kredit ini adalah :

  1. Perorangan atau individu yang memiliki usaha yang produktif dan layak
  2. Minimal telah melaksanakan usaha secara aktif selama 6 bulan
  3. Tidak sedang menerima kredit dari bank lain, kecuali kredit konsumtif seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kartu kredit
  4. Mempunyai Surat Ijin untuk Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) ataupun surat ijin usaha lain yang setara
  5. KUR TKI

Seperti namanya, kredit ini ditujukan untuk TKI dan digunakan untuk pembiayaan kerja. Besar kredit yang diberikan mencapai Rp 25 juta atau disesuaikan dengan cost structure yang ditetapkan pemerintah. Baca Cara Bayar KUR BRI Lewat ATM Tanpa Perlu Antri

Persyaratan untuk mengajukan kredit ini adalah :

  1. Perorangan atau individu calon TKI yang hendak berangkat bekerja di negara penempatan TKI
  2. Persyaratan administrasi yang diperlukan adalah kartu identitas berupa KTP serta Kartu Keluarga, surat perjanjian kerja dengan pengguna jasa, surat perjanjian penempatan, passport, visa, dan persyaratan lainnya sesuai dengan ketentuan.
error: Content is protected !!