Penjelasan Perbedaan STNK dan BPKB

STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) adalah 2 dokumen penting untuk kendaraan bermotor. Meski selintas tampak sama, STNK dan BPKB sebenarnya memiliki fungsi dan tujuannya sendiri-sendiri. Apakah perbedaan dari STNK dan BPKB? Simak informasinya berikut ini :

  1. Pengertian

            BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) merupakan buku yang diterbitkan oleh Satlantas Polri yang menjadi bukti sah kepemilikan kendaraan bermotor.Sementara, STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) merupakan surat yang mencantumkan nomor registrasi serta identifikasi kendaraan bermotor.

Advertisements

STNK terdiri dari 2 sisi, yakni sisi STNK yang mencantumkan identitas kendaraan, serta sisi Ketetapan Pajak Kendaraan. Pada sisi Ketetapan Pajak Kendaraan ini dapat diketahui jumlah pajak yang dikenakan pada kendaraan bermotor. Baca Begini Cara Mengetahui Nomor BPKB Pada STNK

  1. Kegunaan

Bagi pemilik kendaraan dan pemerintah, BPKB memiliki beberapa fungsi, yakni :

  1. Sebagai tanda pengenal dari kendaraan bermotor, baik kendaraan yang masih aktif maupun yang sudah rusak.
  2. BPKB merupakan surat berharga yang dapat dijadikan agunan guna memperoleh pinjaman.
  3. Keberadaan BPKB meningkatkan nilai jual kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dengan BPKB akan turun secara drastis nilai jualnya.
  4. Bagi pemerintah, BPKB digunakan untuk memantau jumlah kendaraan bermotor serta Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari kendaraan bermotor.
  5. BPKB juga merupakan bentuk registrasi kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk menyelidiki kasus kejahatan yang berhubungan dengan kendaraan bermotor.

Sementara itu, fungsi STNK adalah sebagai berikut :

  1. STNK dapat digunakan untuk mengetahui identitas kendaraan,seperti nomor rangka, nomor polisi, nomor mesin, nomor registrasi kepemilikan, serta masa berlaku 5 tahun kendaraan tersebut.
  2. STNK dapat digunakan untuk mengetahui Pajak Kendaraan Bermotor yang harus dibayarkan atau masa berlaku 1 tahun kendaraan.
  3. Wajib Tidaknya Dibawa Selama Berkendara

Hal ketiga yang membedakan STNK dan BPKB adalah wajib tidaknya dokumen itu dibawa selama berkendara. Saat berkendara, pengemudi wajib membawa STNK, namun tidak diwajibkan membawa BPKB. Saat pemeriksaan oleh polisi lalu lintas, yang diminta pasti adalah STNK dan bukan BPKB.

Advertisements

Ini karena dalam STNK sudah tercantum mengenai nomor polisi kendaraan, identitas pemilik, dan status pajak kendaraan bermotor itu. Polisi lalu lintas dapat mengecek kebenaran nomor polisi di STNK dan plat nomor serta status pajak kendaraan melalui STNK saja. Baca Solusi Jika Nama di STNK dan BPKB Berbeda

Itulah perbedaan dari STNK dan BPKB yang penting untuk diketahui. STNK dan BPKB adalah dokumen penting yang harus dijaga. Meski begitu, seringkali terjadi kasus kehilangan STNK maupun BPKB. Jika sudah begitu, maka harus mengurus kembali 2 dokumen tersebut. Bagaimana cara mengurus BPKB yang hilang?

Yang pertama, siapkan syarat dokumen untuk permohonan BPKB yang hilang, yakni :

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi (bisa diperoleh di loket pendaftaran)
  2. Surat keterangan kehilangan BPKB yang diterbitkan oleh kepolisian
  3. Cek fisik kendaraan yang telah dilegalisir
  4. Identitas pemilik kendaraan (KTP atau SIM)

Setelah seluruh syarat itu siap, maka langkah yang harus dilewati adalah :

  1. Bawalah persyaratan dokumen ke Kantor Samsat.
  2. Ajukan permohonan penggantian BPKB hilang.
  3. Anda akan diminta mengisi formulir permohonan. Sementara itu, petugas akan melakukan cek fisik pada kendaraan bermotor dan menerbitkan cek fisik yang telah dilegalisir.
  4. Serahkan seluruh dokumen pengurusan BPKB hilang ke loket BPKB.
  5. Petugas akan menerima pendaftaran dan melanjutkan pembuatan BPKB duplikat. Bayarkan biaya pembuatan duplikat BPKB. Petugas akan memberikan bukti pembayaran untuk pengambilan BPKB. Proses pembuatan BPKB membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan. Namun bisa jadi proses yang ada melebihi waktu tersebut. BPKB dapat diambil di Samsat pada tanggal yang telah ditentukan.

Saat mengurus BPKB yang hilang, ada biaya yang harus dibayarkan. Untuk kendaraan roda 2 atau roda 3, biaya yang dibutuhkan adalah Rp.225.000,-. Baca Amankah No BPKB Tidak Sama di STNK Saat Razia

Sementara untuk kendaraan roda 4, biayanya ialah Rp.375.000. Tentu biaya tersebut bukan biaya yang sedikit. Karenanya, simpan BPKB dengan baik-baik sehingga tidak menimbulkan kesulitan di lain hari.

Advertisements
error: Content is protected !!